Mustarrudin Ikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia

DEPOK, SEMARAK BENGKULU – Kepala Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Mustarrudin, SE., NLP mengikuti program program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan I, Senin (29/06/2026) di Universitas Indonesia. Kuliah umum itu digelar di Depok.

Mustarrudin mengatakan, program tersebut adalah inisiatif strategis dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri yang bekerja sama dengan universitas ternama, seperti Universitas Indonesia.

Kata dia, program ini untuk memperkuat kompetensi aparatur desa dalam tata kelola pemerintahan.

“Program Kepala Desa masuk Kampus merupakan pelatihan dan pembekalan akademis bagi kepala desa,” kata Kepala Desa Pulai Payung di sela-sela kegiatan.

Dijelaskan Kades, pada angkatan I, kegiatan tersebut menghadirkan ratusan kepala desa dari seluruh Indonesia. Menurutnya, program ini memiliki tujuan diantaranya adalah pengembangan kapasitas.

“Tujuan utama program ini adalah untuk memberikan pembekalan akademis terkait pengelolaan tata kelola dan potensi desa,” ujar dia.

Selain itu, terang Kades, sebagai sarana pertukaran pengalaman.

“Iya, sebagai wadah bagi para pemimpin desa untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan,” ungkapnya.

Kemudian, untuk investasi intelektual yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemimpinan yang lebih profesional.

“Alhamdulillah, pada angkatan I ini, saya selaku Kepala Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh mewakili Kabupaten Mukomuko,” sampainya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa dampak positif khususnya untuk Pemerintah Desa dan Kabupaten Mukomuko umumnya untuk lebih baik dan lebih maju lagi,” imbuhnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto membuka program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia. Kuliah umum itu digelar di Depok.

Bima menyampaikan materi kepada lebih dari 400 kepala desa dari berbagai provinsi. Program ini menyasar peningkatan kapasitas aparatur desa.

“Desa memegang peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Bima dalam sambutannya.

Wamendagri itu menegaskan kepala desa dituntut menjadi pemimpin visioner dan adaptif.

Dia memaparkan, tujuh tantangan pembangunan desa mulai dari kualitas data belum seragam, kapasitas SDM belum merata, hingga pemanfaatan dana desa belum berorientasi hasil.

Menurut Bima, tantangan tersebut harus dijawab dengan perubahan cara berpikir aparatur desa.

“Kepala desa harus mampu membaca perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, dan memperkuat ekonomi lokal,” katanya.

Bima mengungkapkan empat kunci sukses pembangunan desa.

Pertama, visi nasional konsisten lintas generasi. Kedua, kemandirian desa mengoptimalkan potensi. Ketiga, kepemimpinan efektif yang visioner dan mampu mengambil keputusan tepat. Dan keempat, kolaborasi dan inovasi melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat.

“Program ini menjadi upaya kami untuk memperkuat kompetensi kepala desa,” ujar dia.

Ditempat yang sama, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah menyambut baik program tersebut.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Dr. Drs. La Ode Ahmad Pidana Bolombo berharap program ini melahirkan kepala desa profesional dan adaptif.

Program berlangsung hingga Kamis, 02/07/2026 di kompleks UI dengan matari kuliah umum, diskusi, dan pembelajaran tematik tentang tata kelola, kepemimpinan, transformasi digital, hingga inovasi desa.

Pemerintah berharap model ini terus dikembangkan melalui kolaborasi Kemendagri dan perguruan tinggi di berbagai daerah. (ADV /CY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *