JAKARTA, hariansemarakbengkulu.com – Kepala Desa (Kades) Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Mustarrudin, SE., NLP masuk 17 terbaik.
Ia terpilih dari 434 kades yang berasal dari 20 provinsi se-Indonesia.
Kades Pulai Payung ikut program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I. Program dari Kementerian Dalam Negeri – Kemendagri) yang digelar di Universitas Indonesia.
Program Kepala Desa Masuk Kampus ini diikuti oleh 434 kepala desa. Mereka datang dari 20 provinsi di seluruh Indonesia.
Kades Pulai Payung berhasil masuk kategori 17 terbaik nasional. Prestasi itu jadi kebanggaan masyarakat di Kabupaten Mukomuko yang memiliki julukan Kapuang Sakti Ratau Batuah.
“Alhamdulillah, dalam program ini yang diikuti 434 kepala desa dari 20 provinsi di seluruh Indonesia ini kami masuk 17 terbaik. Iya, ini kebanggaan untuk Kabupaten Mukomuko di tingkat Nasional,” kata Kades, Kamis (02/07/2026).
Diakuinya, program ini sangat baik untuk peningkatan kapasitas Kades dalam penyelenggaraan pemerintah desa, diskusi dan pemaparan materi oleh masing-masing terkait program inovasi yang ada didesa, dan didampingi oleh para dosen Universitas Indonesia.
“Kegiatan ini tidak hanya sebatas hadir di Universitas Indonesia, tapi akan berkelanjutan dilakukan pendampingan oleh tenaga ahli dari Kementerian Dalam Negeri dan Pihak Kampus Universitas Indonesia, sehingga desa yg ikut program ini akan menjadi contoh bagi desa lain,”jelasnya.
Pemkab Mukomuko mengapresiasi capaian kades tersebut. Prestasi ini diharapkan jadi motivasi kades lain di daerah.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, S.Sos mengaku bangga atas capaian ini. Kata dia,
“Kita brsyukur dan berbangga atas capaian ini,” kata Sekdis PMD Mukomuko, Kamis (02/07/2026).
Dijelaskan Sekdis, program perdana ini tidak diikuti oleh seluruh Kades, namun utusan Daerah Mukomuko mampu mengharumkan nama daerah.
“Perwakilan Kabupaten Mukomuko mengikuti ini. Bukan sembarangan dan Kades Pulai Payung punya kmmpuan untuk bersaing di kancah nasional tersebut,” ujarnya.
Sekdis meyakini, materi yang disajikan di kegiatan tersebut sudah familiar dan dilakukan didesanya.
Tidak hanya itu, terang Sekdis, Kades Pulai Payung juga dinilai adaptif, responsif dan visioner dalam isu-isu tatakelola desa, termasuk upaya kemandirian desa yang ditopang dengan peningkatan pendapatan asli desa.
Diketahui, ditengah tantangan pembangunan desa mulai dari kualitas data belum seragam, kapasitas SDM belum merata, hingga pemanfaatan dana desa belum berorientasi hasil, Kemendagri yang bekerja sama dengan universitas ternama, seperti Universitas Indonesia meluncurkan program Kades Masuk Kampus.
Program ini untuk memperkuat kompetensi aparatur desa dalam tata kelola pemerintahan.
Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pembekalan akademis terkait pengelolaan tata kelola dan potensi desa.
Tidak hanya itu, program ini juga sebagai sarana pertukaran pengalaman, untuk investasi intelektual yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemimpinan yang lebih profesional. (ADV/YN).
Mustarrudin Ikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia
DEPOK, SEMARAK BENGKULU – Kepala Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Mustarrudin, SE., NLP mengikuti program program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan I, Senin (29/06/2026) di Universitas Indonesia. Kuliah umum itu digelar di Depok.
Mustarrudin mengatakan, program tersebut adalah inisiatif strategis dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri yang bekerja sama dengan universitas ternama, seperti Universitas Indonesia.
Kata dia, program ini untuk memperkuat kompetensi aparatur desa dalam tata kelola pemerintahan.
“Program Kepala Desa masuk Kampus merupakan pelatihan dan pembekalan akademis bagi kepala desa,” kata Kepala Desa Pulai Payung di sela-sela kegiatan.
Dijelaskan Kades, pada angkatan I, kegiatan tersebut menghadirkan ratusan kepala desa dari seluruh Indonesia. Menurutnya, program ini memiliki tujuan diantaranya adalah pengembangan kapasitas.
“Tujuan utama program ini adalah untuk memberikan pembekalan akademis terkait pengelolaan tata kelola dan potensi desa,” ujar dia.
Selain itu, terang Kades, sebagai sarana pertukaran pengalaman.
“Iya, sebagai wadah bagi para pemimpin desa untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan,” ungkapnya.
Kemudian, untuk investasi intelektual yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemimpinan yang lebih profesional.
“Alhamdulillah, pada angkatan I ini, saya selaku Kepala Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh mewakili Kabupaten Mukomuko,” sampainya.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa dampak positif khususnya untuk Pemerintah Desa dan Kabupaten Mukomuko umumnya untuk lebih baik dan lebih maju lagi,” imbuhnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto membuka program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia. Kuliah umum itu digelar di Depok.
Bima menyampaikan materi kepada lebih dari 400 kepala desa dari berbagai provinsi. Program ini menyasar peningkatan kapasitas aparatur desa.
“Desa memegang peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Bima dalam sambutannya.
Wamendagri itu menegaskan kepala desa dituntut menjadi pemimpin visioner dan adaptif.
Dia memaparkan, tujuh tantangan pembangunan desa mulai dari kualitas data belum seragam, kapasitas SDM belum merata, hingga pemanfaatan dana desa belum berorientasi hasil.
Menurut Bima, tantangan tersebut harus dijawab dengan perubahan cara berpikir aparatur desa.
“Kepala desa harus mampu membaca perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, dan memperkuat ekonomi lokal,” katanya.
Bima mengungkapkan empat kunci sukses pembangunan desa.
Pertama, visi nasional konsisten lintas generasi. Kedua, kemandirian desa mengoptimalkan potensi. Ketiga, kepemimpinan efektif yang visioner dan mampu mengambil keputusan tepat. Dan keempat, kolaborasi dan inovasi melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat.
“Program ini menjadi upaya kami untuk memperkuat kompetensi kepala desa,” ujar dia.
Ditempat yang sama, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah menyambut baik program tersebut.
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Dr. Drs. La Ode Ahmad Pidana Bolombo berharap program ini melahirkan kepala desa profesional dan adaptif.
Program berlangsung hingga Kamis, 02/07/2026 di kompleks UI dengan matari kuliah umum, diskusi, dan pembelajaran tematik tentang tata kelola, kepemimpinan, transformasi digital, hingga inovasi desa.
Pemerintah berharap model ini terus dikembangkan melalui kolaborasi Kemendagri dan perguruan tinggi di berbagai daerah. (ADV /CY)







