Foto : Kepala Desa Rami Mulya Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Subardi (kiri) saat menyalurkan BLT-DD tahun anggaran 2026 di Balai Desa setempat, Selasa (17/03 /2026). (SEMARAK BENGKULU /Cipto Yuono)
SEMARAK BENGKULU, MUKOMUKO – Pemerintah Desa Rami Mulya Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu kembali menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa atau BLT-DD tahun anggaran 2026, Selasa (17/03 /2026).
Kepala Desa Rami Mulya, Subardi, dalam sambutanya menyampaikan, Pemdes telah mengalokasikan dana bantuan langsung tunai dana desa atau BLT-DD tahun anggaran 2026 untuk 10 keluarga penerima manfaat (KPM).
BACA JUGA : Kades Teluk Bakung Mukomuko Tewas Dalam Kecelakaan di Prabumulih
Selain itu, terang Kades, mengacu kepada peraturan BLT Dana Desa (DD) tahun 2026, program ini difokuskan pada penghapusan kemiskinan ekstrem, dengan alokasi 10 persen hingga 25 persen dari pagu Dana Desa.
“Bantuan diberikan sebesar Rp 300.000/bulan per KPM, dengan prioritas bagi lansia, penyakit menahun, dan keluarga miskin. Pencairan untuk yang sekarang dilakukan untuk 3 bulan yakni masing-masing dapat Rp 900 ribu,” terang Kades.
BACA JUGA : Polisi Pastikan Dalami Kasus Cuci Perkakas Roti di Aliran Air Tak Jernih
“Beberapa waktu yang lalu, kami juga telah menggelar musyawarah desa (Musdes) untuk menentukan penerima program yang tentunya berdasarkan petunjuk atau aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Lebih jauh Kades menjelaskan, tahun ini APBDes Rami Mulya berjumlah Rp 707 juta. Jumlah tersebut berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 443. 000.000 dan Dana Desa (DD) sebesar Rp. 264. 000.000.
BACA JUGA : Tercatat Nomor 39, Kades Tirta Kencana : Selesaikan Masalah
Sedangkan untuk program prioritas, Pemdes Rami Mulya masih fokus kepada penaggulangan stanting dan sapras air bersih.
Camat Air Rami, Samadi kepada wartawan mengatakan, BLT-DD merupakan bukti kehadiran pemerintah ditengah masyarakat. Kata dia, kebijakan ini diterbitkan untuk memberikan bantuan tunai secara langsung kepada keluarga miskin dan rentan di desa.
Selain itu, program ini juga untuk meringankan beban ekonomi, mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar mereka bisa memenuhi kebutuhan dasar, terutama saat menghadapi krisis ekonomi atau kehilangan mata pencaharian.
“Pesan saya, dahulu kebutuhan daripada keinginan. Gunakan uang yang sudah diterima untuk membeli kebutuhan pokok,” kata Camat.
Camat Air Rami menjelaskan, penyaluran Dana Desa 2026 dilakukan dalam dua tahap (reguler) atau tiga tahap (BLT) dari RKUN ke RKD, dengan fokus tinggi pada pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan status Desa Mandiri.
“Tahap I (60 persen Mandiri, 40 persen Non-Mandiri) cair paling cepat Maret. Tahap II (40 persen Mandiri, 60 persen Non-Mandiri) cair mulai Agustus dengan persyaratan laporan realisasi dan capaian KDMP,” terang Camat.
BACA JUGA : Aktivitas Geng Motor Meningkat, Wali Kota Bengkulu Berlakukan Jam Malam
Menurut Camat, penggunaan anggaran tahun ini difokuskan untuk pembangunan KDMP.
“Sebagian besar DD difokuskan untuk pendukung KDMP,” ungkapnya.
Salah satu warga Desa ketika ditanya wartawan usai menerima bantuan tersebut mengaku senang. Menurutnya, uang yang diterima akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah dapat bantuan dari pemerintah iya, untuk belanja kebutuhan pokok,” katanya. (ADV).







