Beredar Video Diduga Toko Bakery Cuci Perkakas di Aliran Sungai Keruh, LSM KRM Mukomuko Desak Polisi Bertindak

Mukomuko342 Dilihat

Foto : Screenshot vedeo sejumlah orang sedang mencuci peralatan alias perkakas di aliran sungai yang kondisi airnya tidak jernih. (SEMARAK BENGKULU /Cipto Yuono).

SEMARAK BENGKULU, MUKOMUKO – Redaksi Hariansemarakbengkulu.com mendapat kiriman vedeo berdurasi 18 detik yang menampakkan sejumlah orang sedang mencuci peralatan alias perkakas di aliran sungai yang kondisi airnya tidak jernih.

Dikutip dari video yang diduga berasal dari rekaman status whatsapp dengan nama akun txxr_bakery itu, tertulis ‘cuci cuci semua loyang txxr bakery di sungai irigasi air manjuto bendungan,.

Belum diketahui pasti kapan peristiwa itu terjadi.

Salah satu akun media sosial facebook bernama Trxx Hxxtixa yang diduga kuat merupakan akun txxr bakery di salah satu unggahan statusnya menuliskan “semoga kita semua bisa belajar untuk tidak menilai atau mengajak orang lain membenci usaha orang dari hanya sepotong cerita”

BACA JUGA : Tercatat Nomor 39, Kades Tirta Kencana : Selesaikan Masalah

Unggahan yang sampai Selasa (17/03/2026) pukul 14.30 wib itu mendapat 65 like, 16 komentar dan 1 berbagi serta dibuat 1 minggu yang lalu.

Dikutip dari video status facebook Trxx Hxxtixa yang berdurasi 1 menit 32 detik itu, terdengar suara seorang wanita yang mengaku sebagai salah satu owner yang mengiringi rekaman status facebook.

“Niatku bersih – bersih, tapi malah jadi bahan hujatan,”

“Hai, aku Tixx, salah satu owner txxr bakery. Hari ini sebenarnya aku tidak produk roti lagi karena orderan sudah selesai. Aku ingin fokus bersih – bersih loyang dan menyiapkan kue kering”

BACA JUGA : Unggah Video Kondisi TPA Air Sebakul, Netizen Ajak KDM Atasi Sampah di Bengkulu

“Jadi, aku mencuci beberapa loyang di sungai irigasi di dekat desaku. Hari ini memang airnya terlihat keruh, tapi itu bukan karena kotor. Airnya keruh karena hujan deres dihulu sungai”

“Di Desa kami, air irigasi ini justru dikenal sangat bersih. Bahkan masih banyak warga yang masih banyak memakainya untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi dan lain – lain”

“Airnya mengalir terus dan tidak ada yang buang sampah disini. Tapi sayangnya ada yang hanya melihat sepotong video lalu menilai bahwa kami mencuci loyang di air yang kotor”

“Bahkan ada yang sampai mengatakan semoga roti MBG bukan dari txxr bakery”

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Fitri Tahun 2026, TPID Mukomuko Gelar Pasar Murah dan GPM

“Jujur, aku sedih sekali membaca, padahal tujuan aku membersihkan loyang justru untuk menunjukkan bahwa kami selalu menjaga kebersihan setelah produksi”

“Tapi tidak apa-apa, ini menjadi pelajaran buat aku. Bahwa kadang orang menilai dari potongan satu cerita dan semoga kita semua bisa belajar untuk tidak mengajak orang lain membenci usaha orang hanya dari satu vedeo saja”

Dalam video tersebut juga menampilkan Screenshot bertuliskan “Semoga jo roti2 MBG anak2 wak bukan produksi dari Teer bakery dak ibu2” (Semoga saja roti – roti Makanan Bergizi Gratis (MBG) anak-anak kita buat produksi dari txxr bakery ya ibu-ibu “.

BACA JUGA : Pembangunan 5 Unit Gedung KDMP di Mukomuko Rampung, Dandim : Kita Datangkan Mobil Truk dan Single Cabin

Menyikapi hal ini, Ketua LSM KRM Mukomuko, Junaidi mendesak Kepolisian untuk mengusut kasus ini. Kata dia, penampakan sejumlah orang yang mencuci perkakas di aliran bendungan dengan kondisi air yang keruh itu dikuatirkan bisa memicu kendala kesehatan pada masyarakat.

“Kami meminta Kepolisian dalam hal ini Polres Mukomuko untuk mengusut peristiwa ini, sebab jika melihat kondisi air yang digunakan untuk mencuci peralatan tersebut terlihat keruh. Tidak ada jaminan kualitas air di aliran bendungan itu. Itu (pada aliran air) notabene banyak aktivitas yang diluar perkiraan seperti orang (kemungkinan) orang buang air besar, mencuci terlebih sekarang curah hujan kurang, banyak aktivitas masyarakat di aliran bendungan tersebut. Kemudian, bagaimana dengan kebersihan peralatan yang akan digunakan untuk mengolah makanan yang akan dimakan oleh masyarakat, “kata Ketua LSM KRM Mukomuko, Selasa (17/03/2026).

BACA JUGA : Bahas Strategi UHC, Pemda Mukomuko Gelar Forkom Bersama BPJS Kesehatan

“Ini menyangkut hak konsumen. Kalau tidak steril (peralatan) bagaimana dengan kualitas makanan, sebab merujuk dari postingan, itu perkakas milik salah satu toko yang ada di Kabupaten Mukomuko,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Ketua LSM KRM juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko untuk turun tangan. Menurutnya, instansi ini memiliki peran krusial dalam menjaga kebersihan dan keamanan makanan di toko, restoran, maupun industri rumah tangga pangan (IRTP).

“Ini untuk melindungi konsumen dari risiko penyakit akibat makanan yang tidak higienis. Dinas Kesehatan berperan dalam pengawasan, pembinaan, dan penegakan aturan,” jelasnya.

Junaidi menjelaskan, peran yang dimaksud adalah pembinaan dan edukasi (Preventif) meliputi penyuluhan higiene sanitasi.

BACA JUGA : Perkuat Spiritualitas dan Moralitas, Pemprov Bengkulu Gelar Retret ASN Kristiani

“Penyuluhan higiene sanitasi yakni memberikan pemahaman kepada pelaku usaha tentang pentingnya sanitasi lingkungan, peralatan, dan penjamah makanan (penjual),” terang dia.

“Banyak hal lain yang merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan diantaranya mengedukasi penjual mengenai cara penyimpanan makanan yang benar, pencegahan kontaminasi silang, dan pengelolaan bahan berbahaya,” ungkapnya.

Hal yang tidak kalah penting, ujar Junaidi, melakukan pengawasan kualitas makanan dengan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan bebas dari bakteri, virus, atau zat kimia berbahaya.

BACA JUGA : Pemprov Bengkulu Terbitkan SE Tentang Pemutaran Lagu Bumi Sangsaka, Ini Link Lagunya

“Memeriksa keberadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada rumah makan/restoran merupakan salah satu tugas Dinas Kesehatan,”kata Junaidi.

Kemudian, penegakan aturan dan sanksi (Represif) yang meliputi pemberian izin berupa sertifikat keamanan pangan bagi toko yang memenuhi standar.

“Banyak kok tugas mereka (Dinkes) termasuk memberikan teguran, peringatan, hingga pencabutan izin usaha bagi toko makanan yang melanggar aturan sanitasi dan membahayakan konsumen. Dalam penindakan di lapangan, Dinkes bisa bekerja sama dengan Kepolisian atau Satpol PP, ” tuturnya.

BACA JUGA : Aktivitas Geng Motor Meningkat, Wali Kota Bengkulu Berlakukan Jam Malam

Ketua LSM KRM belum bisa memastikan, toko bakery yang mencuci perkakas di aliran bendungan Selagan ini memasok kebutuhan dapur makanan bergizi gratis (MBG) atau tidak.

“Belum tau mereka (toko) memasok kebutuhan MBG atau tidak, kalau memasok, Satgas MBG harus turun tangan. Kalau tidak, ya dampaknya kepada masyarakat luas. Yang jelas, dengan adanya pendalaman kasus ini, masyarakat bisa mengetahui apa sih sebenarnya yang terjadi.” pungkasnya.

Belum ada keterangan resmi dari pemilik toko bakery yang diduga mencuci perkakas tersebut. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *