JABAR, SEMARAK BENGKULU – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu 25 Juli 2026.
Kobaran api dengan cepat menyebar dan menghanguskan 51 rumah adat, termasuk Imah Gede milik Ketua Adat, serta 49 leuit atau lumbung padi. Sejumlah fasilitas umum seperti balai sosial, tempat seni, posyandu dan pos ronda juga ikut terbakar.
Kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di fasilitas MCK umum. Api kemudian cepat merambat karena sebagian besar rumah adat terbuat dari bilik bambu dan beratap ijuk. Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin kencang saat kejadian.
Bupati Kabupaten Sukabumi, Asep Japar mengatakan, karakteristik bangunan di kawasan adat menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat meluas.
“Ini rata-rata dari bambu, dari bilik. Ada juga leuit atau lumbung padi, sehingga banyak padi yang ikut terbakar,” ujarnya, dikutip dari KOMPAS.com,(26/7/2026).
Selain rumah, puluhan lumbung padi warga juga ikut musnah. Ketua Panitia Logistik Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Edik Supriatna, mengatakan setiap leuit rata-rata menyimpan sekitar 1 hingga 2 ton gabah.
“Rata-rata sekitar 1 ton sampai 1 ton lebih untuk satu leuit. Yang paling besar ada yang 2 ton, milik Abah mungkin 2 ton lebih,” katanya.
Dilanjutkan, Bupati Sukabumi, Asep memperkirakan bahwa total kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.
Untuk sementara, warga terdampak mengungsi di rumah keluarga atau kerabat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyiapkan tenda darurat dan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama karena banyak persediaan pangan ikut terbakar.
“Kami akan berupaya membangun kembali 51 rumah warga yang hangus terbakar sebagai bagian dari proses pemulihan kawasan Kasepuhan Ciptamulya,” pungkasnya.(Red)







