MUKOMUKO, SEMARAK BENGKULU – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengumumkan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya ayam potong, bawang, cabai, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Kenaikan harga ini mulai dirasakan masyarakat dan pedagang dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop-UKM Kabupaten Mukomuko, Hutri Wahyudi, mengatakan kenaikan harga salah satunya dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah pemasok.
Menurutnya, sebagian kebutuhan pangan masyarakat Mukomuko masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ketika jumlah barang yang masuk berkurang, harga di pasar ikut mengalami kenaikan.
“Pasokan dari luar daerah berkurang, itu yang membuat harga naik. Beberapa komoditas yang biasanya didatangkan dari luar saat ini tidak masuk dalam jumlah normal,” katanya,(11/8/2026).
Ia menjelaskan, berkurangnya pasokan dapat disebabkan berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, produksi maupun kendala dalam proses distribusi.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat menjelang HUT RI biasanya mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap sejumlah bahan pangan ikut bertambah.
“Pedagang juga ikut terdampak karena kenaikan harga dari distributor membuat mereka harus menyesuaikan kembali harga jual. Hal itu dilakukan agar modal yang dikeluarkan tetap dapat tertutupi,” jelas Hutri.
Sementara bagi masyarakat, kenaikan harga kebutuhan pokok tentu menjadi beban tambahan. Sebagian konsumen terpaksa mengurangi jumlah belanja atau memilih bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Lebih lanjut, Hutri menambahkan bahwa Disperindagkop-UKM Kabupaten Mukomuko terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar.
“Kami terus memantau perkembangan harga di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan,” tambahnya.
Selain pemantauan harga, pemerintah daerah juga berupaya memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan lancar. Pengawasan terhadap kemungkinan penimbunan barang juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok di pasar.
Apabila kenaikan harga terus terjadi, Disperindag Mukomuko akan mempertimbangkan langkah intervensi pasar sebagai salah satu upaya menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Berikut daftar harga sembako di Kabupaten Mukomuko:
– Beras medium: Rp 15.000–Rp 15.625/kg
– Beras premium: Rp 16.500–Rp 17.000/kg
– Beras SPHP: Rp 13.000/kg
– Cabai merah keriting: Rp 40.000/kg
– Cabai merah besar: Rp 45.000–Rp 50.000/kg
– Cabai rawit: Rp 60.000/kg
– Bawang merah: Rp 35.000/kg
– Bawang putih: Rp 35.000/kg
– Gula pasir: Rp 19.000–Rp 20.000/kg
– Minyak goreng: Rp 15.700–Rp 24.000/liter
– Tepung terigu: Rp 12.000–Rp 13.000/kg
– Daging ayam ras: Rp 60.000/kg
– Telur ayam ras: Rp 29.333–Rp 32.000/kg
– Daging sapi: Rp 150.000/kg
– Tomat: Rp 15.000/kg
– Kentang: Rp 12.000/kg
– Telur ayam kampung: Rp 60.000/kg
Selain itu, Hutri juga menilai kenaikan harga menjelang hari besar bukan hal baru. Namun, kondisi tersebut menjadi lebih mudah terjadi karena sebagian komoditas di Mukomuko masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Menurutnya, penguatan produksi pangan lokal menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.
Dengan ketersediaan pangan yang lebih kuat dari daerah sendiri, diharapkan gejolak harga dapat ditekan dan tidak terus berulang setiap menjelang hari besar.
“Tanpa langkah serius dalam memperkuat ketersediaan pangan lokal, fluktuasi harga diperkirakan akan terus berulang setiap memasuki momen serupa,” tutup Hutri Wahyudi.(Red)







